BATAM,LamanKepri.com – Dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepulauan Riau (Kepri) mulai memanas. Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2022-2026 pada Juli ini, panitia tengah mengebut persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk mencari nakhoda baru.
Ketua Umum petahana, Sugianto, sebelumnya telah memberikan sinyal kuat untuk kembali maju. Dalam Rapat Kerja (Raker) IPSI Kepri beberapa waktu lalu, ia menegaskan kesiapannya memimpin kembali untuk periode berikutnya.
Namun, langkah petahana dipastikan mendapat perlawanan sengit. Drs. Humaidi, M.M., seorang tokoh senior dan inisiator pembentukan IPSI Kepri, secara resmi telah mendeklarasikan diri sebagai kandidat penantang.
Deklarasi kesiapan Humaidi tersebut dilangsungkan di Kafe Hangetin, Batam Centre, pada Jumat (12/06/2026) malam. Momen penting ini turut dihadiri oleh perwakilan dari 8 perguruan silat yang menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepadanya.
Bagi kalangan pendekar di Kepulauan Riau, nama Humaidi sudah sangat mengakar. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengembang perumahan berbasis syariah ini bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan Ketua Panitia Pembentukan IPSI Provinsi Kepri di masa awal berdirinya organisasi tersebut di Kepri.
Rekam jejak kepengurusannya pun terbilang mentereng. Humaidi pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum IPSI Kepri (2006-2010), dan dipercaya menjadi Ketua Harian selama dua periode beruntun (2014-2018 dan 2018-2022). Secara keilmuan, tokoh dari Perguruan Silat HIMSSI ini juga merupakan Guru Besar Pencak Silat Tradisi Pangean serta memiliki jejaring luas dengan berbagai perguruan historis di tingkat nasional.
"Kita akui selama kepengurusan lama, kiprah pencak silat di Kepri memang sudah baik. Tapi, kita butuh pembenahan ekstra agar bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi mendunia," tegas Humaidi.
Mengusung slogan kampanye "IPSI Kepri BANGKIT", Humaidi menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang modern. Ia berjanji akan menerapkan sport science dalam pembinaan sejak usia dini, serta menjamin kesejahteraan, beasiswa pendidikan, dan masa depan bagi atlet maupun pelatih berprestasi.
Sebagai provinsi kepulauan, Humaidi juga memiliki visi tajam untuk mengembangkan sektor Sport Tourism maritim. Ia berencana menjadikan Kepri sebagai pintu gerbang (hub) festival pencak silat internasional. Konsep yang ditawarkan cukup unik, seperti 'Silat on the Beach' atau Festival Silat Melayu Serumpun yang merangkul negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Dukungan untuk Humaidi pun diklaim semakin menguat. Ia menyebut telah mengantongi restu dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Bahkan, tokoh masyarakat Kepri terkemuka, H. Husrin Hood, menyatakan kesediaannya untuk turun gunung menjadi Dewan Pembina IPSI Kepri jika Humaidi terpilih kelak.
Satu komitmen paling krusial yang ditawarkan Humaidi untuk memenangkan hati pemilih adalah asas pemerataan pembinaan. Mengingat 96 persen wilayah Kepri adalah lautan, ia menjamin sirkulasi pembinaan dan logistik ke depan tidak akan terpusat di Batam dan Tanjungpinang saja, melainkan harus merata menyentuh bibit unggul di Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas.
Hak Jawab dan Hak Koreksi:
LamanKepri.com memegang teguh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan ini dapat menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi melalui email redaksi atau kontak resmi kami.
PARTNER & SUPPORT